Dosen Unimal Ajarkan Penerapan Aplikasi Akuntansi Dalam Pemberdayaan BUMDes

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Prodi Akuntansi Unimal, Dr Hilmi (kiri), memberikan piagam penghargaan kepada Sekretaris Gampong Blang Pulo Tgk Ahmad Adami SHI seusai pelatihan. Foto; Ist

UNIMALNWES | Lhokseumawe  – Kewajiban seorang dosen adalah melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang terdiri dari mamberikan pendidikan dan pengajaran, melakukan penelitian serta memberikan pengabdian kepada masyarakat. Atas dasar hal tersebut, dua orang dosen Prodi Akuntansi Universitas Malikussaleh melaksanakan pengabdian berupa “Penerapan Aplikasi Akuntansi Dalam Pemberdayaan BUMDes di Kawasan Bukit Indah, Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020).

Dua orang dosen yang menggagas kegiatan itu adalah Dr Hilmi dan Dy Ilham Satria MSi. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pembekalan dan pelatihan penggunaan aplikasi keuangan BUMDes bagi pengurus dan masyarakat yang terlibat dalam industri rumah tangga.

BUMDes merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

Dr Hilmi sebagai Ketua Tim mengatakan pendirian  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Dengan adanya BUMDes tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian desa, memajukan industri rumah tangga, meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa serta mencukupi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan bahan pokok yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu BUMDes diharapkan juga dapat menjadi pemasar yang ulung dalam memasarkan produk industri rumah tangga milik warga desa.

Namun, keinginan itu belumlah sepenuhnya bisa terwujud. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi, di antaranya adalah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan SDM pelaku UMKM dalam menghasilkan produk yang berkualitas serta memaksimalkan potensi penjualan, belum berfungsinya BUMDes dalam mencukupi kebutuhan pokok masyarakat, roda perekonomian desa masih terpuruk karena wabah Covid-19 yang melanda beberapa wilayah. “Permasalahan tersebut salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya penggunaan teknologi informasi oleh masyarakat desa,” ujarnya.

Pada saat ini Desa Blang Pulo telah merintis didirikannya BUMDes yang perjalanannya masih belum optimal karena masih terkendala dalam masalah perrmodalan, peralatan, manajemen dan SDM yang belum memadai. “Harapannya, dengan pelatihan ini, kinerja keuangan BUMDes bisa menjadi lebih baik sehingga kesejahteraan masyarakat juga bisa ditingkatkan, pungkas Hilmi.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar