Bersinergi Meningkatkan Mutu Universitas Malikussaleh

SHARE:  

Humas Unimal
Kepala Badan Penjaminan Mutu Universitas Malikussaleh, Dr Muhammad Yusuf. Foto: Bustami Ibrahim.

KEPALA Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Malikussaleh, Dr Muhammad Yusuf tampak bersemangat ketika tiba jatahnya mempresentasikan rencana kerja dalam Rapat Kerja Pimpinan Universitas Malikussaleh di Takengon, 2 Agustus 2021 lalu. Dosen Fakultas Teknik Mesin tersebut, kini mendapatkan tugas khusus untuk meningkatkan mutu di Universitas Malikussaleh, terutama menyangkut bagian perubahan akreditasi di 44 program studi di Universitas Malikussaleh.

Beban di LP3M memang tidak ringan untuk menyusun rencana strategis dan mewujudkan sejumlah target yang dibebankan. Mengikuti perubahan beberapa peraturan di tingkat atas, rencana strategis LP3M Universitas Malikussaleh juga harus disesuaikan. Salah satunya adalah masalah akreditasi 44 prodi.  

Menurut Muhammad Yusuf, penyusunan rencana strategis dan dokumen harus direvisi mengikuti perubahan tersebut. Renstra tersebut harus disesuaikan dengan visi dan misi Universitas Malikussaleh. “Dan untuk itu membutuhkan SDM andal,” ujar Yusuf dalam raker tersebut.

 

Akreditasi 44 prodi
Salah satu aspek penting dalam peningkatan mutu ada perbaikan akreditasi prodi dan universitas. Dari 44 prodi yang tercatat di Pangkalan Data Dikti, baru Manajemen yang berakreditasi A. “Ke depan, Unimal menargetkan minimal ada 15 prodi berakreditasi unggul. Ini dengan catatan, minimal ada 25 prodi yang harus baik sekali. Sedangkan yang ada di kita, baru ada B. Nah, yang A harus dikonversikan menjadi unggul dan yang B menjadi baik sekali sehingga grade-nya bisa naik,” papar Muhammad Yusuf.

Untuk mempersiapkan borang konversi tersebut, Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fithra Asean Eng sudah mengumpulkan para ketua prodi di Kampus Bukit Indah, Rabu 25 Agustus 2021. Rektor mengingatkan prodi agar mendengarkan arahan LP3M menyangkut penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) akreditasi yang saat ini masih menggunakan sistem penilaian tujuh standar. “Harapannya setiap prodi yang terakreditasi A dan B di Unimal didorong sudah meng-upload borang ISK pada akhir Agustus 2021,” ujar Rektor.

Dalam rapim di Takengon tersebut, Muhammad Yusuf menyampaikan pentingnya borang ISK diselesaikan dan di-upload oleh setiap prodi sebagai persiapan konversi akreditasi perguruan tinggi (APT) ke depan.

Di hadapan Rektor Unimal, sebagian besar ketua prodi mengeluhkan ketersediaan SDM untuk menyusun borang dan sempitnya waktu yang tersedia dalam menyelesaikan borang, khusus bagi prodi S2 seperti di S2 Administrasi Publik dan S2 Sosiologi. Bahkan beberapa program magister belum memiliki struktur organisasi sehingga akan menghambat percepatan penyusunan borang ISK.

Menurut Yusuf, saat ini ada enam prodi baru yang harus mengusulkan akreditasi. Ia mengingatkan agar segera disiapkan borang sekarang karena setelah dua tahun tidak diusulkan, akan dihapuskan. “Untuk peningkatan mutu, ke depan tidak ada lagi yang memiliki prodi minimum,” tambahnya.

Dalam raker tersebut, Dekan Fakultas Hukum, Prof Dr Jamaluddin, mengingatkan masih banyak hambatan di lapangan untuk mewujudkan akreditasi unggul dan akreditasi internasional, tetapi masih banyak hambatan yang dihadapi di lapangan. Kalau akhir Agustus harus upload, butuh persiapan dan anggaran yang memadai. Ini harus dilakukan secara baik supaya tidak ada yang mengeluh,” saran Prof Jamal.

Akreditasi unggul
Pembantu Dekan I Fakultas Hukum, Dr Faisal, berharap setiap gugus jamin mutu (GJM) di fakultas memiliki file berkaitan dengan kebutuhan akreditasi unggul. “Ini sangat berguna bagi prodi lain, jadi ada semacam bank data di GJM. Ada satu tempat yang terkumpul sehingga membantu prodi yang mengharapkan akreditasi unggul,” saran Faisal.

Untuk mengatasi berbagai persoalan menyangkut peningkatan mutu, Rektor mengharapkan semua prodi membangun komunikasi yang mesra dengan LP3M. “Ke depan, Mutu kita harapkan  memiliki lebih banyak sumber daya,” ujar Rektor seraya menyarankan agar sejauh ini LP3M bisa memberdayakan unit jaminan mutu yang ada di prodi.

Rektor juga mengharapkan minimal ada satu prodi yang memiliki akreditasi internasional. Untuk itu, ia menginstruksikan untuk segera dilakukan persiapan. Dilihat prodi yang paling mungkin untuk ditingkatkan agar mendapatkan akreditasi internasional,” pesan Rektor.[ayi/ded/tkf]


Berita Lainnya

Kirim Komentar