Suci Mahasiswa KKN Kolaborasi Unimal Fokus Pada Tanaman Markisa

SHARE:  

Humas Unimal
Suci Nur Hidayah, mahasiswa KKN kolaborasi bersama Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Serma  Surya Ramadhan, sesaat setelah berkunjung ke kebun markisa di Desa Timangan Gading, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Kamis (30/6/2022).Foto.Ist

UNIMALNEWS I Takengon-Suci Nur Hidayah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kolaborasi dan Reguler Universitas Malikussaleh kelompok XXI – 259, fokus pada pengembangan tanaman markisa bersama koramil 01/Lut Tawar . Pengembangan dan budidaya tanama markisa dipusatkan di  Desa Timangan Gading, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.

Dia bersama rekan KKN kolaborasinya dan anggota Babinsa Koramil 01/Lut Tawar memilih mengembangkan tanaman markisa, kerena tanaman tersebut mudah ditanami  dengan memanfaatkan lahan tidak terlalu luas. Bahkan markisa juga mudah ditanam di lingkungan rumah, sehingga sangat praktis. Buahnya juga sangat diminati oleh masyarakat luas, sehingga tidak terlalu sulit untuk melakukan pemasaran,”tegas Suci.

Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Serma  Surya Ramadhan mengatakan, markisa merupakan tanaman menjalar yang mudah dilakukan perawatan hanya dengan beberapa tip saja.Bibitnya  juga mudah didapatkan di pasaran. Dengan sifat menjalar layaknya tanaman anggur, buah markisa selalu menjadi buah favorit banyak orang.

Di Indonesia terdapat dua jenis buah markisa yang banyak tumbuh, yaitu markisa kuning dan markisa ungu. Markisa kuning biasanya bisa dimakan secara langsung, Sedangkan buah markisa ungu perlu diolah terlebih dahulu karena rasanya lebih asam. “Sekarang banyak sekali yang jual bibit markisa di toko tanaman, kita bisa pilih biji atau cabang dari pohon induk yang bagus,”ujarnya  

Selain itu, pohon markisa akan tumbuh dengan baik apabila ditanam di daerah yang sejuk dengan ketinggian antara 800-1700 meter di atas permukaan laut. Aceh Tengah merupakan tempat yang paling cocok untuk membudidaya tanaman markisa. Suhu udara di sana  umumnya berkisar antara 20 sampai 30 derajat celsius.

Suci menambahkan bahwa sesuai dengan tip yang diajarkan Babinsa Koramil 01/Lut Tawar, markisa bisa ditanam pada jarak sekitar 3x3 meter, hal ini untuk menghindari tanaman agar tidak saling berebut lahan. Selain itu, memasang para-para juga sangatlah penting dalam menanam markisa. Media rambat bisa dibuat dari bilah-bilah bambu yang berfungsi sebagai tempat berpegangan tanaman markisa agar tumbuh tegak.

Penggunaan para-para juga memungkinkan buah markisa tumbuh bergelantungan seperti di habitat alaminya, sehingga lebih mudah dipetik. “Tanaman markisa juga dapat menghasilkan buah dalam waktu yang relatif cepat, jika dipelihara dengan baik, biasanya akan berbuah kurang dari setahun,”pungkasnya.[ded]


Berita Lainnya

Kirim Komentar