
UNIMALNEWS | Aceh Tamiang – Gelombang solidaritas dan kepedulian terus mengalir dari berbagai daerah untuk membantu meringankan beban ratusan kepala keluarga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) Universitas Malikussaleh bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (BEM FTIK) Universitas Semarang menyalurkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan pakaian layak pakai kepada para korban. Bantuan tersebut dihimpun melalui aksi penggalangan dana selama dua hari di Simpang Empat Kota Lhokseumawe oleh mahasiswa akuntansi Universitas Malikussaleh dan mahasiswa Universitas Semarang.
Aidil Firmansyah menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dilakukan di Posko Bantuan Bencana Alam Kabupaten Aceh Tamiang, yang terpusat di area Perdamaian, Kampung Durian, dan Kota Lintang.
"Bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan mendesak, memperlancar proses penanganan bencana, serta memberikan kekuatan bagi seluruh pihak yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana," ungkapnya.
Muhamad Riszki, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Malikussaleh, juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama dan dukungan seluruh pihak.
“Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh rekan-rekan Himatansi Unimal dan BEM FTIK USM yang telah bekerja keras dalam proses penggalangan dana. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah memberikan donasinya kepada kami, sehingga bantuan ini dapat kami salurkan langsung kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di Aceh Tamiang,” ujarnya.
"Dengan tersalurkannya bantuan ini, Himatansi Universitas Malikussaleh bersama BEM FTIK Universitas Semarang berharap semangat kepedulian dan kerja sama antarmahasiswa serta masyarakat terus terjaga. Upaya ini menjadi bukti bahwa persatuan dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak nyata bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Semoga bantuan yang diberikan mampu meringankan beban para penyintas dan menjadi langkah awal dalam mempercepat proses pemulihan di Aceh Tamiang," pungkasnya. [fzl]