
UNIMALNEWS | Aceh Utara — Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) menerjunkan 49 personel ke dua titik pengungsian korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/2025). Tim Tanggap Darurat Unit Kebencanaan FK Unimal memberikan layanan kesehatan di Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, dan Desa Gunci, Kecamatan Sawang.
FK Unimal tidak hanya menghadirkan layanan medis dasar, tetapi juga membawa fasilitas USG ke lokasi pengungsian agar ibu hamil tetap mendapatkan pemeriksaan layak di tengah situasi darurat. Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, psikolog, dokter alumni IKA FK Unimal, dokter muda, serta mahasiswa kedokteran, psikologi, dan keperawatan.
Program kemanusiaan yang dilakukan mencakup pelayanan kesehatan, pendistribusian logistik, layanan psikososial bagi anak-anak, serta pemberian makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil. Pendekatan ini menyasar kelompok rentan yang paling terdampak selama masa pengungsian.Di Desa Mane Tunong, FK Unimal menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Iskandar, SpOG, yang melakukan pemeriksaan USG langsung di lokasi. Dari 14 ibu hamil yang terdata, sebanyak 12 ibu hamil menjalani USG untuk memastikan kondisi kehamilan tetap terpantau.
Secara keseluruhan, layanan kesehatan dirasakan 260 korban banjir. Di Mane Tunong, tim melayani 187 pasien — terdiri atas 53 laki-laki dan 134 perempuan, dengan 47 anak, 109 dewasa, dan 31 lansia. Keluhan terbanyak adalah ISPA, penyakit kulit, serta luka akibat material banjir.
Di Desa Gunci, layanan menjangkau 73 pasien — terdiri atas 8 anak, 48 dewasa, dan 17 lansia — dengan keluhan ISPA, penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan luka pascabanjir. Jika digabungkan, FK Unimal menangani 55 anak, 157 dewasa, dan 48 lansia, termasuk 14 ibu hamil yang mendapat perhatian khusus.
Dekan FK Unimal, dr. Muhammad Sayuti, SpB(K)BD, menegaskan komitmen institusi dalam membantu masyarakat terdampak.
“Kami ingin memastikan tidak ada korban yang terabaikan, terutama ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Pemeriksaan kehamilan dengan USG membuktikan pelayanan kesehatan harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana (PKM-TDB) sehingga kegiatan berlangsung efektif.
Azhari menambahkan, keterlibatan dosen, alumni, dan mahasiswa menjadi pembelajaran nyata sekaligus implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.[]