
UNIMALNEWS | Takengon — Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Sabtu (3/1/2026).
Ketua Posko NU Peduli Lhokseumawe yang juga Kepala UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Unimal, Dr. Teuku Kemal Fasya, menjelaskan bahwa bantuan disalurkan ke sejumlah titik terdampak bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Penyerahan bantuan dari Unimal–BPKH–LAZISNU di Bener Meriah dipusatkan di Kampung Buntul Peteri dan Bintang Permata di Kecamatan Permata. Sementara untuk wilayah Aceh Tengah, bantuan disalurkan ke Gampong Jongok Meleum dan Gunung Bahgie di Kecamatan Kebayakan.
“Kami juga dibantu oleh tim NU dari Bener Meriah serta Posko NU Peduli di Takengon,” kata Kemal.
Ia menyebutkan, saat tim melakukan distribusi di Gampong Jongok Meleum, proses pencarian seorang korban yang tertimbun tanah longsor sejak 26–27 November 2025 masih berlangsung. Pencarian sempat terhenti karena keterbatasan pasokan bahan bakar untuk alat berat.
“Luasnya area pencarian membuat prosesnya sangat sulit, apalagi hanya satu unit alat berat yang tersedia,” tambah Kemal.
Perjalanan menuju lokasi bantuan juga menghadapi tantangan berat. Kontur jalan yang berubah akibat longsor serta pembangunan sejumlah jembatan darurat membuat jalur akses menjadi terbatas. Tim menempuh rute Lhokseumawe–Simpang KKA saat berangkat, dan kembali melalui Lampahan–Bireuen.
Menurut Teuku Kemal, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan akses di Bener Meriah dan Aceh Tengah akan membutuhkan waktu lama.
“Perjalanan pulang kami mencapai 10 jam melalui Timang Gajah – Pintu Rime Gayo – Jembatan Teupin Mane hingga kembali ke Lhokseumawe. Situasi ini tentu menyulitkan masyarakat membawa hasil perkebunan mereka ke dataran rendah Aceh,” ungkap Kemal.[]