
UNIMALNEWS | Aceh Utara – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) Universitas Malikussaleh mengirimkan 16 orang untuk menjadi relawan dalam kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan, dan pakaian layak pakai kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Bantuan tersebut dihimpun melalui aksi penggalangan dana selama 4 hari di simpang empat Kota Lhokseumawe.
Aidil Firmansyah menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan dan aksi kemanusiaan dilaksanakan selama dua hari dan dilakukan langsung di Dusun Leubok Muku, Desa Bukit Lientung, Kecamatan Langkahan.
“Bantuan diterima secara langsung oleh warga yang terdampak banjir bandang. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat serta memberikan dukungan moril bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari kondisi pascabencana,” ungkapnya melalui Unimalnews, Selasa (7/1/2026).
Ia juga mengatakan, selain penyaluran bantuan logistik, mereka juga melaksanakan kegiatan pada pemulihan dan pembersihan mushola yang terdampak banjir.
"Mushola yang menjadi pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan warga tersebut dipenuhi lumpur dan sisa material banjir, sehingga tidak dapat digunakan secara normal. Melalui kegiatan gotong royong, mushola kembali dibersihkan agar dapat difungsikan kembali sebagai tempat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat," tambahnya.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Himatansi Universitas Malikussaleh juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir.
"Kegiatan ini dilakukan melalui permainan edukatif, interaksi hangat, serta pendampingan psikososial sederhana guna membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan trauma akibat bencana yang dialami. Sebagai bentuk pendekatan emosional, kami juga melakukan pembagian jajanan kepada anak-anak, yang disambut dengan antusias dan penuh keceriaan," ujar Aidil.
Aidil juga mengatakan bahwa perhatian terhadap anak-anak, pemulihan fasilitas ibadah dan kondisi sosial masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
“Desa-desa terpencil seperti Dusun Leubok Muku sering kali luput dari perhatian utama dalam proses penanganan dan pemulihan bencana. Padahal, masyarakat di wilayah seperti ini membutuhkan kehadiran dan peran aktif pemerintah secara lebih nyata dan berkelanjutan, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka menengah dan panjang,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat lebih melirik dan memprioritaskan desa-desa terpencil yang terdampak bencana, khususnya dalam hal pemulihan infrastruktur dasar, fasilitas ibadah, layanan pendidikan, dan pendampingan psikososial masyarakat.
"Dengan terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Himatansi Universitas Malikussaleh berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan dampak nyata, baik secara sosial, psikologis, maupun spiritual," tutupnya. [fzl]