
UNIMALNEWS | Aceh Utara — Universitas Malikussaleh kembali menegaskan komitmennya dalam merespons dampak bencana alam melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi korban banjir akibat Siklon Tropis Senyar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Siklon yang terbentuk di perairan Selat Malaka tersebut memicu hujan lebat disertai angin kencang dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Utara.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Kecamatan Langkahan. Banjir menyebabkan permukiman warga terendam, aktivitas sosial dan ekonomi terganggu, serta menurunnya kualitas lingkungan dan sanitasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama akibat lingkungan yang lembap, keterbatasan air bersih, dan akses layanan kesehatan yang sempat terganggu pascabanjir.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., Asean.Eng., menurunkan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tiga lokasi terdampak, yakni Desa Bukit Linteung, Dusun Bidari, dan Dusun Selemak, Kecamatan Langkahan.
Kegiatan pengabdian tersebut meliputi distribusi bantuan logistik, pembukaan pos kesehatan, serta pelaksanaan kegiatan psikososial guna mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Kehadiran tim FK Unimal disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan.
Dalam pelaksanaan pos kesehatan, tim medis FK Unimal mencatat sebanyak 114 warga memperoleh pelayanan kesehatan, terdiri atas 98 orang dewasa dan 16 anak-anak. Dari hasil pemeriksaan, keluhan terbanyak yang dialami masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan 79 kasus, disusul penyakit kulit sebanyak 15 kasus, keluhan demam sebanyak 13 kasus, serta tujuh ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan konsultasi kesehatan ibu dan janin.
Untuk kasus penyakit kulit, tim medis menemukan berbagai gangguan kesehatan yang umum terjadi pascabanjir, seperti infeksi jamur, infeksi virus termasuk varisela, serta infeksi tungau (scabies). Kondisi tersebut berkaitan erat dengan paparan air banjir yang tercemar dan lingkungan yang lembap.
Pelayanan kesehatan dalam kegiatan ini ditangani langsung oleh dokter-dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, di antaranya spesialis bedah, paru, saraf, THT-BKL, anak, serta spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn). Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit pascabanjir serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua kegiatan, Dr. dr. Nora Maulina, M.Biomed., AIFO-K, mengatakan bahwa pola penyakit yang ditemukan merupakan kondisi umum pascabencana banjir.
“Sebagian besar keluhan masyarakat adalah ISPA dan penyakit kulit yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan pascabanjir. Oleh karena itu, selain pengobatan, kami juga menekankan edukasi kesehatan untuk mencegah penyakit lanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B. Subsp.BD(K)., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud peran aktif FK Unimal dalam respons kebencanaan.
“Kami hadir secara nyata untuk membantu masyarakat pascabencana dengan pelayanan kesehatan yang profesional, berbasis kebutuhan, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan,” katanya.[]