
UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Suasana ruang kelas SD Negeri 6 Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe tampak berbeda pada Senin (26/1/2026). Tangan-tangan kecil siswa kelas 5 sibuk menyusun dedaunan di atas kain polos, memukulnya perlahan dengan palu kayu, lalu menunggu dengan penuh rasa ingin tahu. Di sanalah warna-warna alami mulai muncul, membentuk motif organik yang unik dan tak terulang.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dan workshop seni bertajuk “Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Kreatif dan Berkarakter” yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 Desa Blang Panyang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan teknik eco print, sebuah inovasi seni pewarnaan kain berbasis bahan alami yang memanfaatkan pigmen dari dedaunan, bunga, dan batang tanaman.
Anggota KKN, Diffa Nadila mengatakan, program ini dirancang sebagai ruang edukasi dan berbagi pengetahuan yang membekali siswa sekolah dasar dengan pemahaman akan potensi alam di sekitar mereka. Kehadiran mahasiswa KKN 45 tidak semata menjalankan program kerja, tetapi menjadi wujud kepedulian untuk membangun relasi yang lebih manusiawi—hadir sebagai mitra belajar bagi anak-anak dalam memahami tantangan dan peluang lingkungan sejak dini.
"Dalam sesi workshop, kami mengajak siswa mengeksplorasi motif organik yang autentik, sekaligus mengenalkan pentingnya empati dan apresiasi terhadap keunikan ekosistem. Dengan pendekatan interaktif, siswa diajak memahami bagaimana pigmen alami tumbuhan dapat menghasilkan warna tanpa melibatkan zat kimia sintetis yang berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan," ungkapnya.
Tak hanya menekankan aspek seni, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter dan kesadaran lingkungan. Mahasiswa menyisipkan edukasi tentang bahaya penggunaan bahan kimia berlebih sebagai bentuk “lampu merah” bagi generasi muda agar lebih bijak dalam memilih bahan yang aman dan berkelanjutan.
Melalui proses kreatif tersebut, siswa didorong untuk berani berinovasi, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Eco print dipahami bukan sekadar teknik seni, tetapi simbol langkah awal untuk meraih mimpi besar dengan tetap menjaga kesehatan diri dan alam sekitar.
Antusiasme siswa kelas 5 SDN 6 Blang Panyang terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka aktif terlibat dalam permainan kelompok, diskusi, hingga praktik langsung, menciptakan suasana belajar yang hidup dan menyenangkan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara mahasiswa KKN 45 dan pihak sekolah.[]