
UNIMALNEWS | Muara Batu - Sebagai wilayah yang kerap berhadapan dengan ancaman bencana alam, masyarakat Aceh membutuhkan pemahaman mitigasi bencana yang kuat dan merata di berbagai kelompok usia. Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa KKN-PPM Kelompok 14 Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk menghadirkan edukasi kebencanaan bagi warga Gampong Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang digelar di Meunasah Gampong Paloh Awe tersebut diikuti oleh anak-anak, remaja, pemuda, hingga warga setempat. Suasana berlangsung interaktif, dengan diskusi terbuka mengenai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah desa, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang perlu dilakukan masyarakat.
Ketua Tuha Peut Gampong Paloh Awe, Abu Hanifah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif warga terhadap risiko bencana.
“Dengan adanya sosialisasi mitigasi bencana ini, kami berharap masyarakat Desa Paloh Awe lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Raiman D. Simorangkir dan Dinda Septia Annisa, yang menekankan pentingnya pengetahuan dasar kebencanaan bagi masyarakat desa. Mereka menjelaskan bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan sejak dini dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan bersama.
“Kegiatan ini memiliki peran yang sangat penting karena dapat meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Harapannya, sosialisasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pihak,” ungkap.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif warga selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Mawar Andriani, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari sosialisasi tersebut.
“Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah bencana. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Paloh Awe dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana, mulai dari tindakan pencegahan, kesiapsiagaan keluarga, hingga pentingnya menjaga lingkungan sebagai upaya mengurangi risiko bencana. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa KKN sebagai agen perubahan yang menghadirkan edukasi nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah meningkatnya ancaman bencana, langkah kecil berupa edukasi dan sosialisasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat desa yang lebih tangguh, sadar risiko, dan siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang.[]