Belajar Mengenali Emosi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unimal Gelar Psikoedukasi di SDN 15 Dewantara

SHARE:  

Humas Unimal
Belajar Mengenali Emosi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unimal Gelar Psikoedukasi di SDN 15 Dewantara

UNIMALNEWS | Krueng Geukueh - Suasana kelas di SD Negeri 15 Dewantara, Gampong Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, tampak lebih hidup dari biasanya pada Kamis (26/1/2026). Tawa dan antusiasme siswa mengisi ruangan saat mereka diajak mengenali perasaan yang kerap hadir dalam kehidupan sehari-hari—senang, sedih, marah, hingga takut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari psikoedukasi bertema “Kenali Perasaanmu, Kendalikan Emosimu” yang digelar oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 26 Universitas Malikussaleh. Program ini ditujukan untuk membantu siswa sekolah dasar memahami emosi serta cara menyalurkannya secara sehat dan positif.

Psikoedukasi ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan ramah anak. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh-contoh situasi yang dekat dengan keseharian siswa, sehingga mereka lebih mudah mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi.

Ketua KKN-PPM Kelompok 26, Mhd. Alfhiansyah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan emosional anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu anak-anak mengenali perasaan seperti senang, sedih, marah, dan takut, serta mengajarkan cara mengendalikan emosi dengan baik tanpa meluapkannya secara negatif,” tuturnya.

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan berbagai jenis emosi, pemicu munculnya emosi, serta cara sederhana untuk mengelolanya. Beberapa teknik yang diperkenalkan antara lain menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, serta bercerita kepada guru atau orang tua ketika menghadapi perasaan yang sulit dikendalikan.

Agar kegiatan lebih menarik, mahasiswa KKN juga mengajak siswa mengikuti aktivitas mewarnai gambar botol kosong sesuai dengan emosi yang sedang dirasakan. Melalui kegiatan ini, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka secara kreatif dan menyenangkan.

Mhd. Alfhiansyah menjelaskan bahwa metode interaktif dipilih agar siswa lebih aktif dan berani mengungkapkan perasaan mereka.

“Anak-anak terlihat sangat antusias saat mewarnai gambar botol sesuai dengan emosi mereka. Dari sini mereka belajar bahwa setiap emosi itu wajar dan dapat disalurkan dengan cara yang positif,” jelasnya.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, psikoedukasi semacam ini sangat penting dalam mendukung kesehatan mental dan pembentukan karakter siswa sejak dini, terutama di tengah tantangan perkembangan sosial anak saat ini.

Kegiatan psikoedukasi berlangsung dengan lancar, penuh keceriaan, dan interaktif. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar