Pascabanjir, Mahasiswa KKN Relawan Teknik Industri Unimal dan Warga Pulo Seukee Benahi Polindes

SHARE:  

Humas Unimal
Pascabanjir, Mahasiswa KKN Unimal dan Warga Pulo Seukee Benahi Polindes

UNIMALNEWS | Lhoksukon – Meski banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh mulai surut, sisa-sisa material lumpur masih menyisakan persoalan bagi fasilitas publik. Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama warga Desa Pulo Seukee, Kecamatan Baktiya, melakukan gotong royong pembenahan Pondok Bersalin Desa (Polindes), Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan endapan lumpur yang masuk ke area dalam dan luar gedung. Selain pembersihan fisik, mahasiswa dan warga juga melakukan penataan lingkungan sekitar agar fasilitas kesehatan satu-satunya di desa tersebut dapat segera beroperasi kembali.

Ketua KKN Relawan Teknik Industri Desa Pulo Seukee, Ade Kurniawan, menyebutkan bahwa pembenahan Polindes menjadi prioritas utama karena perannya yang vital bagi masyarakat. "Ini adalah respons atas kebutuhan mendesak warga. Polindes sangat penting untuk pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak," ujarnya.

Apresiasi dan Kepedulian Sosial Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Syukriah, S.T., M.Sc. Eng. IPM., turut memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa terhadap fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.

"Kegiatan ini merupakan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemulihan fasilitas publik sehingga pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhenti terlalu lama akibat dampak banjir," kata Syukriah.

Sementara itu, Keuchik Gampong Pulo Seukee, Haisan, menyambut positif kehadiran para relawan mahasiswa. Ia menilai kerja sama antara mahasiswa dan warga mempercepat proses pemulihan desa pascabencana.

"Kami sangat terbantu dengan kepedulian mahasiswa KKN ini. Dengan tenaga tambahan dari mereka, fasilitas Polindes bisa lebih cepat digunakan kembali oleh warga kami," tutur Haisan.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar