
UNIMALNEWS | Lhokseumawe - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kelompok 54 Universitas Malikussaleh melakukan gotong royong membersihkan lapangan sepak bola sebagai sarana bermain anak-anak di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan pembersihan tersebut dilakukan sesuai permintaan masyarakat bahwa lapangan tersebut tidak lagi dapat digunakan pasca banjir.
"Kondisi lapangan dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi, serta salah satu tiang gawang sepak bola yang terbuat dari pohon pinang mengalami kerusakan. Akibatnya, anak-anak desa tidak dapat bermain dan berolahraga seperti biasanya," ungkap Bahgia selaku ketua kelompok melalui rilis yang diterima Unimalnews.
Bahgia juga mengatakan bahwa lapangan bola Gampong Cot Trieng merupakan fasilitas umum dan menjadi ruang bermain utama bagi anak-anak.
"Pasca banjir, fungsi lapangan sempat terhenti karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Melihat hal tersebut, kami bergotong royong melakukan pembersihan lapangan guna memulihkan kembali fungsi lapangan tersebut," terangnya.
Kata Bahgia, kami membersihkan seluruh area lapangan dengan memotong rumput liar dan merapikan lingkungan sekitar. Selain itu, kami juga memperbaiki sarana olahraga dengan membuat kembali tiang gawang sepak bola dari batang pohon pinang agar lapangan dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya.
“Kegiatan pembersihan lapangan ini merupakan salah satu program kerja Kelompok 54 yang kami rancang berdasarkan keluhan warga. Kami ingin memastikan lapangan kembali bisa dimanfaatkan, terutama oleh anak-anak, sebagai ruang bermain yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Muhammad Fazil, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja nyata mahasiswa di lapangan. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat KKN-PPM sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengabdian sosial.
“Mahasiswa menunjukkan kepekaan sosial yang baik dengan menjadikan permasalahan warga sebagai dasar program kerja. Kegiatan ini tidak hanya memulihkan fasilitas umum, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas sosial dan kebahagiaan anak-anak desa,” pungkasnya. [fzl]