
UNIMALNEWS | Medan - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) melaksanakan rapat kerja untuk membahas program yang akan dijalankan tahun 2026 di Universitas Sumatera Utara, pada Selasa (27/01/2026). Salah satu yang dibahas dalam peretmuan tersebut adalah tentang kelompok kerja (pokja) Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana Alam.
Sekretaris Eksekutif MRPTNI, Andi Ilham Makhmud saat membuka rapat menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah ada 25 perguruan tinggi negeri (PTN) yang bergabung dalam konsorsium tersebut. Adapun yang menjadi kegiatan utama dari konsorsium ini adalah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melakukan program pascabencana melalui kerja sama dengan institusi lain, dan melaksanakan riset dan penelitian ilmiah di lokasi terdampak.
Ketua Umum MRPTNI, Prof Eduart Wolok mengatakan terdapat dua tahapan tanggap darurat bencana melalui aksi gotong royong untuk bencana yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yaitu tahap penanggulangan darurat dan tahap pemulihan. Tahap penanggulangan darurat fokus kepada penanganan kebutuhan mendesak, distribusi logistik, layanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa dan pemulihan awal. Sedangkan pada tahap pemulihan fokus kepada pemulihan ekonomi berkelanjutan, perbaikan infrastruktur, dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahaanan jangka panjang.
Komunitas perguruan tinggi di Indonesia terbukti memiliki kapabilitas lengkap yang mencakup seluruh spektrum manajemen bencana, sehingga potensi ini harus menjadi aset strategis yang untuk membantu pemulihan bencana. “Terdapat empat strategi yang dilakukan untuk membantu pemulihan tersebut yaitu Respons dan Teknologi Tepat Guna, Asesmen dan Perencanaan, Implementasi dan Rekonstruksi, serta Pembangunan Ketahanan dan Kebijakan,’ jelas Prof Eduart.
Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Herman Fithra mengatakan bahwa konsorsium perguruan tinggi unntuk bencana ini juga akan berkunjung dan membawa bantuan ke lokasi bencana di Aceh. “Kita berharap kehadiran Konsorsium Perguruan Tinggi ini dapat membantu masa pemulihan pascabencana di wilayah Aceh,” tutup Prof Herman.