
UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh menggelar kegiatan Gerakan Sekolah Hijau di SD Negeri 7 Blang Mangat, Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Jumat (7/2/2026). Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih lestari, hijau, dan ramah lingkungan sejak dini.
Gerakan Sekolah Hijau tersebut diisi dengan pembuatan biopori komposit dan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk mengurangi risiko banjir, meningkatkan daya serap air tanah, serta memperbaiki kualitas udara di sekitar sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada siswa mengenai pentingnya biopori sebagai teknologi sederhana untuk penyerapan air dan pengolahan sampah organik. Setelah itu, mahasiswa KKN mengajak siswa kelas VI untuk terlibat langsung dalam praktik pembuatan lubang biopori komposit di halaman sekolah menggunakan bahan organik yang telah disiapkan.
Selain biopori, mahasiswa KKN bersama siswa juga melakukan penanaman pohon di beberapa titik strategis di area sekolah. Penanaman ini diharapkan dapat menciptakan ruang hijau yang asri sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu pemateri kegiatan, Cleopatra, menyampaikan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, siswa kelas VI SD Negeri 7 Blang Mangat sangat memahami materi yang kami sampaikan. Mereka antusias dan semangat dalam membuat biopori serta menanam pohon. Kegiatan ini berdampak positif bagi lingkungan sekolah,” tuturnya.
Hal senada disampaikan pemateri lainnya, M. Hafizh Dwi Syahputra, yang menilai kegiatan berjalan efektif dan partisipatif.
“Selama kegiatan berlangsung, siswa sangat bersemangat mengikuti setiap tahapan, baik dalam pembuatan biopori maupun penanaman pohon,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Kelompok 56, siswa-siswi, serta para guru SD Negeri 7 Blang Mangat. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh dengan turut mengawasi dan membimbing siswa selama pelaksanaan kegiatan.
Kepala SD Negeri 7 Blang Mangat, Irwansyah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik lingkungan.
“Program biopori komposit dan penanaman pohon ini menjadi sarana belajar nyata bagi siswa untuk mencintai lingkungan sejak dini. Biopori berfungsi mencegah banjir sekaligus mengolah sampah organik, sementara pohon menciptakan suasana sekolah yang lebih teduh dan asri,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kelestarian alam dalam kehidupan sehari-hari.[]