Keong Mas Tak Lagi Jadi Hama, Petani Blang Gurah Belajar Olah Asam Amino

SHARE:  

Humas Unimal
Keong Mas Tak Lagi Jadi Hama, Petani Blang Gurah Belajar Olah Asam Amino

UNIMALNEWS | Kuta Makmur - Hama keong mas yang selama ini menjadi salah satu persoalan bagi petani di lahan persawahan mulai dilirik sebagai sumber bahan yang bernilai guna. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 60 Universitas Malikussaleh (Unimal) memberikan pelatihan kepada petani Gampong Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, untuk mengolah keong mas menjadi bahan pembuatan asam amino.

Pelatihan tersebut digelar Senin (10/8/2026) sebagai bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. 

Para petani Desa Blang Gurah mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan asam amino. Materi pelatihan disampaikan Ketua KKN Kelompok 60, David Padang, bersama Silvi Purba.

Asam amino dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan alami, yaitu EM4, nanas, molase, dan keong mas. Nanas berfungsi sebagai sumber gula alami dan enzim, molase sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, keong mas sebagai sumber protein yang akan diuraikan menjadi asam amino, sedangkan EM4 berperan sebagai inokulan yang mengandung mikroorganisme fermentasi.

Tahap pembuatannya diawali dengan mencacah atau menghaluskan keong mas dan buah nanas, kemudian dicampurkan dengan molase dan EM4 hingga homogen. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan ke dalam jerigen atau wadah tertutup. Tutup wadah dipasang selang aerator yang ujungnya diarahkan ke botol berisi air sebagai saluran pembuangan gas hasil fermentasi sekaligus mencegah udara luar masuk ke dalam wadah.

Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih 14–21 hari di tempat yang teduh. Selama fermentasi, mikroorganisme dari EM4 menguraikan protein keong mas menjadi senyawa yang lebih sederhana, termasuk asam amino, sehingga menghasilkan larutan pupuk organik cair yang kaya nutrisi. Setelah fermentasi selesai, larutan disaring untuk memisahkan ampas, kemudian hasil filtrat disimpan dalam wadah bersih dan siap digunakan sebagai sumber asam amino untuk tanaman.

"Dalam pelatihan tersebut, kami memperkenalkan keong mas sebagai bahan utama pembuatan asam amino. Para peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan molase dan EM4 yang dimanfaatkan dalam proses fermentasi," kata David.

David mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mahasiswa untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap keong mas. Selama ini, keong mas lebih banyak dikenal sebagai hama yang merusak tanaman dan merugikan petani.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keong mas yang selama ini menjadi permasalahan bagi petani menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan dapat diterapkan secara mandiri,” ujar David.

Menurutnya, pemanfaatan keong mas sebagai bahan pembuatan asam amino menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan di lingkungan pertanian dapat diubah menjadi peluang melalui pengetahuan dan inovasi sederhana.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unimal dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi lokal dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani dalam aktivitas pertanian sehari-hari.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar