UMKM Pulo Rayeuk Didorong Lebih Dikenal Lewat Digital

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Bantu UMKM Pulo Rayeuk Go Digital, Pasang Spanduk hingga Masuk Google Maps

UNIMALNEWS | Kuta Makmur - Bagi pelaku usaha kecil di gampong, memiliki produk yang bagus saja belum cukup. Usaha juga perlu mudah dikenali dan ditemukan oleh calon pelanggan. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 55 menghadirkan program sederhana namun berdampak bagi pelaku UMKM di Desa Pulo Rayeuk Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara.

Mahasiswa melakukan pemasangan spanduk nama usaha sekaligus membantu mendaftarkan usaha masyarakat ke Google Maps. Program tersebut menjadi salah satu program kerja utama kelompok 55 sebagai bentuk implementasi tema KKN-PPM Angkatan ke-39 Unimal, yaitu “Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM Gampong Menuju Masyarakat Sejahtera.”

Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usaha, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 55, Humaira, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keinginan untuk membantu pelaku usaha setempat agar usahanya lebih mudah dikenal masyarakat.

“Dalam kegiatan ini, kami mencoba membantu usaha masyarakat setempat dengan membuatkan spanduk usahanya. Hal lain yang kami lakukan adalah membantu mendaftarkan usaha masyarakat ke Google Maps,” kata Humaira.

Menurutnya, keberadaan usaha di Google Maps diharapkan dapat memudahkan masyarakat maupun pendatang menemukan lokasi usaha yang berada di Desa Pulo Rayeuk.

Sebelum menentukan sasaran program, seluruh anggota KKN Kelompok 55 terlebih dahulu melakukan survei selama dua hari. Mereka mendata dan mengidentifikasi pelaku UMKM yang dinilai membutuhkan bantuan, terutama usaha yang belum memiliki spanduk dan belum tercatat secara digital di Google Maps.

Setelah menemukan sejumlah UMKM yang menjadi sasaran, mahasiswa kemudian melakukan pendekatan secara langsung kepada pemilik usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk meminta persetujuan sebelum pemasangan spanduk dan pendaftaran lokasi usaha secara digital.

Proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dan memahami berbagai kondisi yang dihadapi UMKM di tingkat gampong.

Tidak hanya membantu dari sisi tampilan usaha melalui pemasangan spanduk, mahasiswa juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan usaha.

Pendaftaran lokasi UMKM ke Google Maps menjadi salah satu bentuk digitalisasi sederhana yang dapat membantu calon pelanggan menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah melalui pencarian daring.

Proses pendaftaran UMKM ke Google Maps membutuhkan waktu sekitar dua hari. Mahasiswa melakukan pendataan dan pengisian informasi usaha sebelum menyelesaikan proses pendaftaran lokasi.

"Setelah melalui rangkaian kegiatan tersebut, pada 14 Agustus 2026, kami menuntaskan program pemasangan spanduk dan digital mapping bagi UMKM sasaran di Desa Pulo Rayeuk," ungkapnya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar