Mahasiswa KKN Unimal Pasang Penanda Lima Dusun di Meunasah Rayeuk

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Pasang Penanda Lima Dusun di Meunasah Rayeuk

UNIMALNEWS | Krueng Geukueh – Sebuah penanda nama mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi sebuah desa, keberadaannya dapat membantu masyarakat mengenali wilayah sekaligus memudahkan pendatang menemukan lokasi yang dituju.

Hal itulah yang mendorong mahasiswa KKN-PPM Angkatan ke-39 Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 5 Desa Meunasah Rayeuk membuat dan memasang penanda identitas lima dusun serta Kepala Dusun di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (15/8/2026).

Gagasan tersebut bermula ketika mahasiswa melakukan survei dan berkeliling desa. Mereka menemukan bahwa lima dusun di Desa Meunasah Rayeuk belum memiliki penanda nama wilayah. Identitas Kepala Dusun juga belum terpasang di rumah masing-masing.

Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan masyarakat maupun pendatang dalam mengenali nama dan lokasi dusun. Di sisi lain, ketiadaan penanda juga membuat identitas wilayah di tingkat dusun belum terlihat secara jelas.

Temuan itu kemudian mendorong 12 mahasiswa KKN-PPM Angkatan ke-39 Kelompok 5 menjadikan pembuatan penanda identitas dusun sebagai salah satu program kerja mereka.

Proses pembuatan penanda dimulai pada 8 Agustus 2026 di posko KKN. Para mahasiswa terlibat langsung dalam setiap tahapan pengerjaan.

Mulai dari mengukur dan memotong kayu serta papan, mengecat, hingga menyiapkan tulisan dan identitas untuk setiap dusun dan Kepala Dusun dilakukan secara bersama-sama.

Lima dusun yang mendapatkan penanda nama terdiri atas Dusun Bahagia, Dusun Tgk. Di Cot, Dusun Razak, Dusun Langga, dan Dusun Untung.

Tidak hanya membuat plang nama dusun, mahasiswa juga menyiapkan penanda identitas untuk masing-masing Kepala Dusun. Penanda tersebut kemudian dipasang di rumah Kepala Dusun agar masyarakat maupun pendatang lebih mudah mengenali kedudukan dan wilayah pelayanan aparatur dusun.

Pemasangan dilakukan mulai 10 Agustus 2026 pada sore hari dan dilanjutkan hingga 11 Agustus 2026 pagi. Sebanyak 12 mahasiswa KKN Kelompok 5 terlibat langsung dalam proses pemasangan bersama seorang warga Desa Meunasah Rayeuk.

Setelah seluruh proses selesai, lima dusun di Desa Meunasah Rayeuk kini memiliki penanda nama wilayah. Rumah masing-masing Kepala Dusun juga telah dilengkapi penanda identitas.

Program sederhana itu mendapat apresiasi dari Tuha Peut Gampong Meunasah Rayeuk, Abdul. Menurutnya, keberadaan penanda nama dusun memiliki manfaat lebih luas karena dapat membantu masyarakat dan generasi penerus mengenali wilayah serta batas dusun.

“Alhamdulillah, dengan adanya penanda ini, dusun kita makin dikenal oleh pendatang dan anak-anak generasi penerus. Mereka dapat melihat dan mengetahui batas dusun sekaligus melihat hasil kerja abang-abang dan kakak-kakak mahasiswa dari Unimal. Insya Allah Gampong Meunasah Rayeuk bangkit bersama mahasiswa dan mahasiswi dari Unimal,” ujar Abdul.

Ketua Kelompok 5 KKN-PPM Angkatan ke-39 Desa Meunasah Rayeuk, Febryo Sanjaya, mengatakan pihaknya merasa bahagia melihat antusiasme dan dukungan masyarakat serta aparatur desa terhadap program tersebut.

“Saya mewakili teman-teman KKN Kelompok 5 merasa sangat bahagia melihat antusiasme dan dukungan dari warga serta aparatur Desa Meunasah Rayeuk terhadap salah satu program kerja kami. Walaupun kegiatan ini sederhana, kami sangat bersyukur karena mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” kata Febryo.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi selama menjalankan kegiatan KKN di Desa Meunasah Rayeuk.

“Dukungan dan antusiasme dari warga menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik selama berada di Desa Meunasah Rayeuk,” lanjutnya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar