_.jpeg)
UNIMALNEWS | Kuta Makmur — Upaya mencegah perundungan di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui edukasi kepada generasi muda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 39 menggelar sosialisasi bahaya dan pencegahan bullying di SMP Negeri 5 Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (19/8/2025).
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah.
Sosialisasi mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Para guru turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, sementara para peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias. Interaksi dan diskusi yang dibangun mahasiswa KKN membuat kegiatan berlangsung secara aktif dan tidak hanya satu arah.
Pada sesi awal, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying serta berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan verbal, fisik, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying.
Mahasiswa juga mengingatkan siswa bahwa sebuah tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh pelaku belum tentu dipandang sama oleh orang lain. Candaan dapat berubah menjadi perundungan apabila membuat seseorang merasa takut, tertekan, dipermalukan, atau terluka.
Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, mahasiswa KKN Kelompok 39 turut memutar video yang menampilkan contoh tindakan perundungan beserta dampaknya terhadap korban.
Melalui tayangan tersebut, siswa diajak memahami bahwa bullying bukan sekadar lelucon atau permainan antarteman. Perundungan dapat meninggalkan dampak terhadap kondisi psikologis korban serta memengaruhi kehidupan sosial dan hubungan seseorang dengan lingkungan sekitarnya.
Usai pemaparan materi dan pemutaran video, mahasiswa mengajak siswa melakukan refleksi bersama. Mereka didorong untuk membangun budaya pertemanan yang saling mendukung, menghargai perbedaan, dan berani mengambil sikap ketika melihat tindakan perundungan.
Kepala SMP Negeri 5 Kuta Makmur, Adnan, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang bullying penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman yang tepat mengenai batas antara candaan dan perundungan.
Ia menilai pemahaman tersebut diperlukan agar siswa tidak menganggap tindakan yang menyakiti atau merendahkan orang lain sebagai sesuatu yang wajar dalam pergaulan.
Ketua Kelompok 39 KKN Unimal, Zaki Alwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan perundungan yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan.
“Kami mengajak para siswa untuk bersama-sama mencegah bullying dan tidak tinggal diam ketika melihat tindakan perundungan,” ujar Zaki.
Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan kepedulian bersama. Tidak hanya korban dan pelaku, tetapi juga teman sebaya, guru, serta seluruh warga sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.[]