Mahasiswa KKN Unimal Bantu UMKM Cot Seutui Masuk Ekosistem Digital

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Bantu UMKM Cot Seutui Masuk Ekosistem Digital

UNIMALNEWS | Kuta Makmur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Angkatan ke-39 Kelompok 62 membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gampong Cot Seutui, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.

Program yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 tersebut diwujudkan melalui pendampingan pembuatan lokasi usaha pada Google Maps dan fasilitas pembayaran digital menggunakan QRIS.

Mahasiswa KKN mendatangi langsung sejumlah pelaku UMKM untuk membantu mendaftarkan lokasi usaha mereka pada Google Maps. Dengan adanya titik lokasi digital tersebut, pelanggan diharapkan lebih mudah menemukan dan mengetahui keberadaan usaha melalui layanan peta digital.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam proses pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai. Kehadiran QRIS dinilai dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun pelanggan karena transaksi dapat dilakukan tanpa harus menyediakan uang kembalian dalam bentuk tunai.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan fasilitas digital. Mahasiswa juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai cara menggunakan dan memanfaatkan Google Maps serta QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Google Maps dapat membantu meningkatkan visibilitas usaha di ruang digital, sedangkan QRIS memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi konsumen. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan kebiasaan konsumen yang semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam mencari informasi dan melakukan transaksi.

Salah seorang mahasiswa KKN-PPM Unimal Kelompok 62, Widya Nur Atika, mengatakan program tersebut dilaksanakan karena masih terdapat pelaku UMKM di Gampong Cot Seutui yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.

“Kami melihat masih ada UMKM yang belum menggunakan Google Maps dan QRIS. Jadi kami mencoba membantu dari hal yang sederhana dulu, supaya usaha mereka lebih mudah ditemukan dan pelanggan juga punya pilihan pembayaran yang lebih praktis,” ujar Widya.

Salah satu penerima manfaat program, pemilik toko spanduk di Gampong Cot Seutui, menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN.

Menurutnya, keberadaan lokasi usaha di Google Maps akan membantu calon pelanggan yang belum mengetahui posisi tokonya. Sementara penggunaan QRIS memberikan pilihan pembayaran yang lebih mudah bagi pelanggan.

“Menurut saya ini sangat membantu. Kalau ada yang belum tahu lokasi toko, bisa langsung cari di Google Maps. Untuk pembayaran juga lebih mudah karena pelanggan bisa menggunakan QRIS,” ujarnya.

Mahasiswa KKN tidak hanya membantu proses pembuatan fasilitas digital tersebut, tetapi juga memberikan arahan sederhana agar pelaku usaha dapat menggunakannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Pendampingan ini menjadi penting karena transformasi digital bagi UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai cara memanfaatkannya secara efektif dalam kegiatan usaha.

Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu langkah bagi UMKM untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini semakin terbiasa mencari lokasi usaha melalui peta digital serta menggunakan metode pembayaran non-tunai dalam bertransaksi.

Karena itu, kehadiran Google Maps dan QRIS diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Gampong Cot Seutui untuk meningkatkan akses pelanggan sekaligus memperbaiki pelayanan.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar