
UNIMALNEWS | Krueng Geukueh — Kebiasaan hidup bersih perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 17 yang menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Gampong Cot Euntung, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan diri dengan fokus utama pada cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.
Dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif, mahasiswa menjelaskan kepada anak-anak bahwa mencuci tangan merupakan kebiasaan kecil yang memiliki manfaat besar dalam menjaga kebersihan diri dan membantu mencegah penyebaran penyakit.
Para siswa diperkenalkan dengan enam langkah mencuci tangan yang benar. Mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, menggosok telapak tangan, membersihkan punggung tangan dan sela-sela jari, hingga membersihkan ujung jari serta kuku.
Mahasiswa juga menjelaskan waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah bermain, dan setelah menggunakan toilet.
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung. Setelah itu, para siswa diajak mempraktikkan tahapan mencuci tangan secara bersama-sama.
Metode praktik tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih menyenangkan. Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana mencuci tangan dengan benar sekaligus mencoba sendiri setiap tahap yang telah diperagakan mahasiswa.
Penanggung jawab kegiatan, Firyal Aqila Trikusmana, mengatakan edukasi PHBS sejak usia dini penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga dapat mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas,” katanya.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa tampak memperhatikan demonstrasi yang diberikan mahasiswa dan bersemangat ketika diberi kesempatan mempraktikkan enam langkah mencuci tangan.
Interaksi langsung tersebut juga membuat edukasi kesehatan menjadi lebih mudah diterima oleh anak-anak. Melalui kegiatan yang dikemas dengan cara sederhana dan menyenangkan, mahasiswa KKN berupaya menjadikan kebiasaan mencuci tangan bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari perilaku sehari-hari.[]