
UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Bazar Semarak Kemerdekaan dalam rangka Dies Natalis Universitas Malikussaleh (Unimal) ke-57 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan berbagai produk inovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Agustus 2026 di Kampus Unimal Reuleut tersebut menghadirkan beragam produk mahasiswa. Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Janju Clearfect Mask, yang menawarkan inovasi masker wajah berbahan ekstrak daun nangka, daun jambu biji, dan daun asam jawa.
Produk tersebut merupakan bagian dari program P2MW 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Tim Janju Clearfect Mask diketuai Khairida Ulfa dengan anggota Nurul Khalifah Br Pandia dan Reva Auza Ananta. Kehadiran mereka di bazar tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami dalam perawatan kulit.
Pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai bahan yang digunakan dalam produk, sekaligus informasi seputar perawatan kulit berbasis bahan herbal. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya tim memperkenalkan inovasi yang mereka kembangkan sekaligus membangun kesadaran mengenai pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.
Bagi tim Janju Clearfect Mask, keikutsertaan dalam Bazar Semarak Kemerdekaan bukan sekadar kesempatan memamerkan produk. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menguji respons pasar, memperoleh masukan dari calon konsumen, sekaligus mengasah kemampuan mahasiswa dalam mempresentasikan dan memasarkan produk.
Pengalaman tersebut juga menjadi bekal bagi tim untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan pengembangan dan evaluasi berikutnya, termasuk PKP2 dan KMI Expo.
Koordinator P2MW Universitas Malikussaleh, Teuku Muzaffarsyah M.A.P., memberikan dukungan terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan bazar tersebut. Menurutnya, pameran produk merupakan bagian penting dari proses pembinaan mahasiswa wirausaha.
“Pameran seperti ini bukan sekadar ajang formalitas, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk menguji ide bisnis, mengasah kreativitas di lapangan, memperkenalkan produk, sekaligus memperluas jejaring profesional,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan konsumen sekaligus melihat sejauh mana inovasi yang mereka kembangkan dapat diterima pasar.
Di balik pengembangan Janju Clearfect Mask, tim juga mendapat pendampingan dari Zulfan M.Sc, selaku dosen pembimbing. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk, mulai dari pematangan ide hingga persiapan menghadapi tahapan program selanjutnya.
Kehadiran Janju Clearfect Mask dalam Bazar Semarak Kemerdekaan Dies Natalis Unimal ke-57 menunjukkan bahwa kegiatan kampus dapat menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi produk bernilai ekonomi.[]