
UNIMALNEWS | Reuleut – Sebanyak 5.166 mahasiswa baru Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi pintu awal mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi itu resmi dibuka pada Senin (31/8/2026) di Auditorium Abdul Wahab Dahlawi, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Ribuan mahasiswa baru dari tujuh fakultas mengikuti rangkaian PKKMB yang dirancang sebagai sarana pengenalan kehidupan akademik, kemahasiswaan, organisasi, hingga pembinaan karakter. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama enam hari yang dibagi dalam tiga sesi, dengan masing-masing sesi berlangsung selama dua hari.
Ketua Panitia PKKMB Unimal 2026, Dr. Hadi Iskandar, mengatakan PKKMB menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk menyambut sekaligus membekali mahasiswa baru sebelum menjalani kehidupan perkuliahan.
Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap sistem akademik, tetapi juga perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan lingkungan dari dunia sekolah menuju kehidupan kampus yang menuntut kemandirian, kedewasaan, kemampuan berorganisasi, serta tanggung jawab sosial.
“PKKMB merupakan sarana bagi pimpinan perguruan tinggi untuk menyambut dan membekali mahasiswa baru dalam memasuki dunia kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi transisi menuju kehidupan perkuliahan,” katanya.
Hadi menjelaskan, PKKMB Unimal 2026 juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Kemalikussalehan kepada mahasiswa baru. Nilai tersebut terinspirasi dari keteladanan Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah awal perkembangan Islam di Nusantara.
Karakter Kemalikussalehan yang dikembangkan Unimal mencakup lima nilai utama, yakni religius, akademis, transformatif, berwawasan global, dan cinta damai. Kelima nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam membangun jati diri sebagai insan akademis yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Mahasiswa baru Unimal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kampus secara administratif, tetapi juga secara ideologis dengan meneladani watak dan kepemimpinan Sultan Malikussaleh,” tuturnya.
Rangkaian PKKMB pada hari pertama diisi dengan pengenalan akademik Universitas Malikussaleh yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik bersama para dekan fakultas.
Selain itu, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai kehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara yang disampaikan Komandan Korem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran M.SM.
Materi lainnya meliputi pengenalan layanan UPT Perpustakaan, layanan kesehatan Klinik Pratama Unimal, serta pengembangan kemahasiswaan dan alumni. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa tingkat universitas dan unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan pengenalan tujuh fakultas di lingkungan Unimal, termasuk organisasi mahasiswa fakultas dan UKM.
Pelaksanaan PKKMB mengacu pada Panduan PKKMB 2026 yang menekankan prinsip keterbukaan, humanis, demokratis, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diarahkan untuk memahami kehidupan berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara, kepedulian sosial, sistem pembelajaran berbasis tridharma perguruan tinggi, etika dan budaya akademik, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga kiat meraih prestasi di perguruan tinggi.
Hadi menegaskan larangan terhadap segala bentuk kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun psikologis. Mahasiswa baru tidak boleh dipaksa melakukan aktivitas yang merendahkan martabat atau bertentangan dengan norma agama, sosial, dan hukum.
Dari total 5.166 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB, Fakultas Teknik menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 1.746 orang.
Selanjutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 898 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) 799 mahasiswa, Fakultas Pertanian 615 mahasiswa, Fakultas Hukum 391 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 377 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran 340 mahasiswa.
Jumlah tersebut terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diikuti 1.702 mahasiswa, sesi kedua 1.680 mahasiswa, dan sesi ketiga sebanyak 1.784 mahasiswa.
Rektor: Tidak Semua Anak Bangsa Punya Kesempatan
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng, dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa baru agar menyadari bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang tidak dimiliki semua anak bangsa.
Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, membangun jejaring pertemanan, aktif berorganisasi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masa depan Indonesia.
“Tidak semua anak-anak seusia kalian bisa melanjutkan pendidikan tinggi di republik ini. Tidak semua anak bangsa memiliki kesempatan itu,” ungkap Herman di hadapan mahasiswa baru.
Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kekuatan sosial melalui organisasi, persahabatan, dan pengalaman yang kelak menjadi modal dalam menghadapi masa depan.
Herman juga mengaitkan pendidikan dan bela negara dengan tantangan global. Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia tidak terlepas dari perebutan sumber daya strategis, termasuk energi dan air.
Karena itu, generasi muda Indonesia harus memiliki kesadaran bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kita memang berbeda bahasa, berbeda budaya, berbeda agama dan memiliki berbagai perbedaan lainnya. Tetapi perbedaan itu bukan alasan untuk membuat kita terpecah. Bagaimana perbedaan-perbedaan ini bisa disatukan di bawah Pancasila,” jelasnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai upaya yang dapat memecah persatuan bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk besar, serta kekayaan sumber daya yang membuat persatuan menjadi semakin penting.
Herman mencontohkan sejumlah negara besar yang mampu berkembang karena memiliki kekuatan penduduk dan sumber daya. Indonesia, katanya, juga memiliki potensi besar apabila kekuatan tersebut dikelola dengan persatuan.
“Indonesia adalah negara besar yang luar biasa. Ke mana pun kita pergi di Indonesia, kita memiliki satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia,” sebutnya lagi.
Rektor menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan tersebut. Kampus, kata dia, harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, rasa cinta tanah air, dan kemampuan menghadapi tantangan global.
PKKMB Tanpa Kekerasan
Ketua Panitia PKKMB, Dr. Hadi Iskandar, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan diarahkan berlangsung aman, menyenangkan, edukatif, dan bebas dari praktik kekerasan fisik maupun psikis.
Mahasiswa baru juga diminta mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan panitia melalui kanal resmi Unimal dan akun resmi PKKMB 2026. Jika menemukan tindakan yang tidak sesuai dengan SOP, mahasiswa diminta segera melaporkannya kepada panitia.
Mahasiswa baru juga diimbau berhati-hati terhadap informasi yang tidak berasal dari kanal resmi. Setiap informasi yang diterima perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.
Panitia akan melakukan evaluasi secara internal dan eksternal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan PKKMB.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan akademik di Kampus Inklusif dan Pro Perubahan Universitas Malikussaleh,” kata Hadi.
Ia berharap PKKMB 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi langkah awal untuk membentuk generasi Unimal yang berintegritas, berdaya saing, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.[]