Mahasiswa KKN Unimal Kenalkan Teknologi Budidaya Durian kepada Petani Alue Rambe

SHARE:  

Humas Unimal
Foto bersama Badan Penyuluh Pertanian Kuta Makmur, perangkat desa dan masyarakat desa Alue Rambee pada acara sosialisasi budidaya tanaman durian.

UNIMALNEWS | Kuta Makmur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 28 Desa Alue Rambe mengajak masyarakat mengoptimalkan potensi durian melalui penyuluhan bertema “Teknologi Budidaya Tanaman Durian” bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuta Makmur, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Alue Rambe tersebut diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri atas perangkat desa, petani, dan masyarakat umum. Seluruh mahasiswa KKN Kelompok 28 turut terlibat dalam kegiatan yang menjadi salah satu program kerja utama, khususnya mahasiswa dari Fakultas Pertanian.

Penyuluhan tersebut digelar karena tanaman durian menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus ikon Desa Alue Rambe. Sejumlah masyarakat bahkan telah memiliki kebun durian dengan varietas unggul yang mampu menghasilkan buah berkualitas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN bersama BPP Kuta Makmur berupaya memperkuat pengetahuan masyarakat agar budidaya durian tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga didukung penerapan teknik budidaya yang tepat dan berkelanjutan.

Pemateri dari BPP Kuta Makmur, Muhammad Yanis, memaparkan berbagai aspek penting dalam budidaya durian. Materi mencakup pemilihan bibit dan varietas unggul, persiapan lahan, pengaturan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, pemupukan, pemangkasan, pengelolaan air, teknik pembungaan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Persoalan hama dan penyakit menjadi salah satu perhatian utama dalam penyuluhan. Sebab, penanganan serangan hama dan penyakit pada tanaman durian di tingkat petani masih belum optimal. Karena itu, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi.

Dalam sesi diskusi, petani dan masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang mereka temukan di kebun masing-masing. Persoalan tersebut kemudian dibahas bersama untuk menemukan langkah penanganan yang lebih tepat.

Muhammad Yanis menilai masyarakat Alue Rambe sebenarnya telah memiliki modal pengetahuan yang cukup baik dalam membudidayakan durian. Hal itu terlihat dari kemampuan masyarakat memilih varietas unggul hingga menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

“Masyarakat Alue Rambe sebenarnya sudah memiliki bekal pengetahuan tentang praktik budidaya durian. Masyarakat mengetahui varietas unggul hingga dapat menghasilkan buah yang bagus. Tinggal bagaimana masyarakat menjaga tanaman dari hama penyakit dan mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tanaman durian,” ujar Muhammad Yanis.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi mengenai kondisi tanaman durian yang mereka miliki. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan praktis sekaligus berkonsultasi langsung mengenai persoalan budidaya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar