172 Dosen Universitas Malikussaleh Peroleh Anugerah Satyalancana

SHARE:  

Humas Unimal
REKTOR Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra, menyerahkan piagam tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada mantan Rektor Unimal Prof A Hadi Arifin dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (20/5/2019). Foto: Bustami Ibrahim.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Sebanyak 172 dosen dan pegawai akademik di lingkungan Universitas Malikussaleh mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo atas pengabdian selama ini. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya termasuk kategori Satyalancana untuk masa pengabdian 30 tahun.

Ketiganya adalah mantan Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Drs A Hadi Arifin M Si, kemudian Dr Siti Maryam M Si, dan Agus Sudrajat ST. Nama terakhir saat ini menjabat Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan di Fakultas Pertanian Unimal. Sedangkan Dr Siti Maryam adalah tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Unimal.

Lima penerima penghargaan Satyalancana untuk masa kerja selama sepuluh tahun masing-masing Rita Meutia SE Ak, M Si, Ir Teuku Hafli MT, Yanita SE MM, dan Agustin. Rita Meutia dan Yanita adalah dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sedangkan Teuku Hafli adalah tenaga pengajar di Fakutas Teknik. Satu nama lagi, Agustin, mengabdi di Fakultas Kedokteran Unimal.

Sebanyak 164 lainnya menerima penghargaan Satyalancana untuk masa kerja 10 tahun dari berbagai fakultas di lingkungan Unimal. Di antaranya terdapat nama Rektor Unimal, Dr Herman Fithra, Dr M Sayuti MT, penulis sekaligus antropolog Aceh Teuku Kemal Fasya, Zulfadli Ilmar, Deddy Satriya, serta sejumlah dosen lainnya.

Secara simbolis, penyerahan dan penyamatan tanda kehormatan tersebut dilakukan Herman Fithra dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di lapangan Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (20/5/2019).

Rektor Unimal, Herman Fithra, mengucapkan selamat kepada seluruh sivitas akademika di Unimal yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo. Dia mengharapkan tanda kehormatan tersebut bisa menjadi sumber motivasi dalam mengabdi sesuai bidang masing-masing. “Penerima tanda kehormatan itu diharapkan juga bisa menjadi contoh bagi yang lain dalam pengadian,” kata Herman.[ayi]


Berita Lainnya

Kirim Komentar