
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal) menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh dengan membuka layanan reparasi gratis untuk berbagai peralatan elektronik warga. Program kemanusiaan ini difokuskan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang menjadi wilayah terdampak paling parah.
Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Unimal, Andik Bintoro, mengatakan bahwa layanan tersebut dipusatkan di halaman Gedung Maintenance Universitas Malikussaleh di kawasan Bukit Indah. Program ini berlangsung selama satu minggu penuh.
“Layanan reparasi perangkat elektronik untuk korban bencana kami buka agar masyarakat bisa memperbaiki barang-barang yang terendam banjir tanpa biaya. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata keilmuan dosen dan mahasiswa Teknik Elektro untuk membantu warga,” ujar Andik seperti dikutip dari Antara.
Menurut Andik, banjir yang melanda Aceh Utara dan Lhokseumawe menyebabkan banyak perangkat elektronik rumah tangga rusak akibat terendam air. Kehadiran mahasiswa Teknik Elektro diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Perbaikan perangkat elektronik dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatro) Unimal. Perwakilan Himatro, Wahyu Riansyah, menyampaikan bahwa antusiasme warga cukup tinggi sejak posko dibuka.
“Sudah ada 22 unit peralatan elektronik yang berhasil kami perbaiki dan kembali berfungsi. Di antaranya kipas angin, penanak nasi, kulkas, hingga pompa air,” jelas Wahyu.
Selain membuka layanan reparasi gratis, Universitas Malikussaleh juga mendistribusikan bantuan logistik dari berbagai pihak. Kampus turut membuka dapur umum, mengalihfungsikan auditorium sebagai tempat pengungsian bagi mahasiswa terdampak, serta menyediakan posko kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Inisiatif mahasiswa dan civitas akademika Unimal ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat Aceh serta memperkuat semangat gotong-royong di tengah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.