Manfaatkan Limbah, Kelompok 011 KKN Unimal Ajak Masyarakat Olah Kulit Pinang Jadi Briket

SHARE:  

Humas Unimal
Kelompok 011 KKN Unimal melatih masyarakat Gampong Seumirah Kecamatan Nisam Antara Aceh Utara membuat briket dari kulit pinang beberapa waktu lalu.Foto:Ist.

UNIMALNEWS | Lhoksukon - Mahasiswa Universitas Malikusaleh yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang tergabung dalam kelompok 011 melatih masyarakat Gampong Seumirah Kecamatan Nisam Antara Aceh Utara membuat briket dari kulit pinang beberapa waktu lalu.

Briket merupakan bahan yang dapat dibakar lalu bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Biomassa limbah hasil pertanian juga dapat dijadikan briket. Hal inilah yang mendorong Kelompok 011 melaksanakan pelatihan pembuatan briket dari limbah kulit pinang yang banyak terdapat di Gampong Seumirah.

Muhammad Rifky Aulia, salah satu anggota Kelompok KKN 011 menyebutkan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mereka di Gampong Seumirah.” Dalam pelatihan ini, kami menjelaskan tentang bahan-bahan yang diperlukan dan cara membuat briket dari bahan dasar kulit pinang dan mempraktikkan langsung proses pembuatannya,”jelasnya.

Lebih lanjut Rifky menuturkan bahwa membuat briket dari kulit pinang tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan adalah kulit pinang kering, minyak tanah/bensin, air dan tepung kanji secukupnya. Lalu kulit pinang dibakar hingga merata kemudian didiamkan hingga dingin dan diusahakan jangan tertiup angin.

Langkah selanjutnya adalah menghaluskan kulit pinang yang telah terbakar hingga menjadi bubuk, yang dilanjutkan dengan mengayak kulit pinang hingga sama halusnya seperti tepung.  Lalu tepung kanji dilarutkan dengan air panas dengan perbandingan tepung kanji 1:10 air hingga mengental seperti lem sebelum semua bahan dicampurkan secara merata dan dicetak  dengan bentuk yang diinginkan.  Sebagai tempat resapan minyak tanah/bensin agar mudah terbakar lubang kecil dibuat di bagian tengah. Langkah terakhir adalah menjemur briket basah yang sudah dibentuk kurang lebih selama 2-3 hari.

Sementara itu, ketua kelompok, Arli Murlida mengatakan, pembuatan arang briket ini dapat membantu membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat Gampong Seumirah, karena bahan utama yang digunakan mudah didapatkan.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap warga Gampong  Seumirah dapat memahami bagaimana proses pembuatan briket, dengan harapan suatu hari nanti bisa terealisasi usaha pembuatan briket sebagai salah satu kegiatan wirausaha yang cukup menjanjikan dan bisa menjadi sumber pendapagtan alternatif penduduk di sini,”pungkasnya.

Selain Muhammad Rifli Aulia dari Program Studi Teknik Kimia dan Arli Murlida dari Program Studi Agribisnis, Kelompok 011 juga beranggotakan Muhammad Alfaris, dan Bagoes Adaninggar Sapta (Agribisnis), Monika Ramazela, T Maimul Fidar (Teknik Kimia), Rahmatun Nisa dan Reza Rosita (Ekonomi Pembangunan), Rasuna (Sistem Informasi) serta Fachri Fachrezisyah Putra (Teknik Elektro). Mereka berada  di bawah bimbingan Angga Pratama MSI selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). [kur]


Berita Lainnya

Kirim Komentar