Cegah Krisis Iklim, Dosen Antropologi Unimal Awali Tahun Baru 2024 Dengan Tanam Pohon

SHARE:  

Humas Unimal
Dr. Ibrahim Chalid dan Amiruddin Ketaren M.Sc Sedang Tanam Pohon

UNIMALNEWS | Bukit Indah – Perubahan iklim, telah mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir, gelombang panas, hingga tingkat penyebaran penyakit yang tidak dapat dihindarkan bagi semua manusia. Bencana banjir beberapa waktu yang lalu telah menjadi perhatian bagi Dosen Program Studi Antropologi Jurusan Antropologi dan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh untuk menginisiasi kegiatan penanaman pohon di awal tahun 2024 guna mengatasi perubahan iklim seperti banjir dan melindungi keanekaragaman hayati di area kampus Bukit Indah, Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Senin, (1/1/2024).

Kegiatan perdana Prodi Antropologi tahun baru 2024 adalah hijaukan kampus dengan penanaman pohon berupa bibit kayu-kayuan, penghasil hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan buah-buahan.

“Hari ini beberapa jenis buah-buahan yang kami tanam diantaranya durian, pokat dan jambu jamaika. Khusus untuk durian kami namakan Durian ‘tahun politik’ karena kita tanam tepat ditahun kontestasi politik, mudah-mudahan tumbuh dan dapat kita nikmati buahnya” tutur Dr. Ibrahim Chalid selaku inisiator kegiatan.

Ibrahim Chalid menuturkan, dalam kegiatan kali ini pemilihan pohon pun tak bisa sembarangan. Jika menanam pohon yang salah di lahan yang salah, justru akan memperburuk kerusakan. “Oleh sebab itu, kami selalu mempertimbangkan jenis pohon ditanam dan harus sesuai dengan area yang tidak mengganggu bangunan konstruksi lainnya” ucapnya.

Sementara itu salah satu anggota tim Amiruddin Ketaren M.Sc mengharapkan, ada lebih banyak lagi Dosen, Tendik dan mahasiswa yang turut serta dalam gerakan menanam pohon di kampus. "Selain mendapat kebaikan ibadah juga telah berkontribusi nyata menolong bumi dari kerusakannya," pungkasnya.

Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi Antropologi. Para mahasiswa mereka yang sebagian besar adalah generasi muda, akan menjadi agen perubahan dan berdedikasi untuk melestarikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. [rky]


Berita Lainnya

Kirim Komentar