
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang digelar selama dua hari, 2–3 September 2026 di dinas setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelatihan secara resmi dibuka Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Disperdaginkop dan UKM Aceh Utara, Muzakkar MT. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pelaku UKM agar tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai peluang usaha yang muncul di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan usaha, memasarkan produk, hingga berinteraksi dengan konsumen. Karena itu, pelaku UKM dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agar tidak tertinggal dalam persaingan.
Pada kegiatan tersebut, akademisi Teknik Industri Universitas Malikussaleh sekaligus Ketua Yayasan Transformasi Digital Energi Terbarukan, Syarifuddin M.T IPM, hadir sebagai pemateri utama.
Syarifuddin membawakan materi bertajuk “Mengubah Mindset untuk Sukses, Menjadi Entrepreneur Siapa Takut.” Materi tersebut mengajak peserta melihat kewirausahaan tidak semata-mata dari aspek modal, tetapi juga dari kesiapan mental dan pola pikir dalam menghadapi tantangan usaha.
Di hadapan 45 peserta, Syarifuddin menekankan bahwa keberhasilan seorang entrepreneur sangat dipengaruhi oleh pola pikir positif, keberanian mengambil peluang, kemampuan berinovasi, serta kemauan untuk terus belajar.
“Di era digital saat ini, pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami kebutuhan pasar, dan terus menciptakan nilai tambah agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang kuat,” tuturnya.
Ia juga mendorong peserta untuk tidak takut melakukan perubahan dalam menjalankan usaha. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi harus dilihat sebagai peluang untuk menciptakan model bisnis baru, memperluas pasar dan meningkatkan nilai produk.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan wawasan mengenai pengembangan usaha berbasis teknologi digital, strategi memperluas jangkauan pemasaran, inovasi produk serta berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UKM Aceh Utara. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan di lingkungan sekitar dapat diperkenalkan kepada konsumen di berbagai daerah melalui platform digital.[]