Mahasiswa KKN 72 Beri Penyuluhan Cegah Stunting dan Asupan Makanan Bergizi

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN 72 Beri Penyuluhan Cegah Stunting dan Asupan Makanan Bergizi. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Sawang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)  Universitas Malikussaleh kelompok 72 mengadakan penyuluhan kesehatan di Gampong Riseh Baroh, Kecamatan Sawang, Kamis (09/11/2023).

Kegiatan penyuluhan ini bertema "Protein Nabati Cegah Stunting", yang dihadiri oleh Ibu Geuchik Riseh Baroh, Bidan Gampong, Kader Posyandu serta masyarakat. 

Dimas selaku ketua kelompok mengatakan tujuan penyuluhan ini adalah memberikan wawasan kepada ibu-ibu untuk anak-anaknya mengenai stunting dan manfaat protein nabati untuk pencegahan stunting.

"Kegiatan ini sebagai upaya untuk menunjang pertumbuhan balita, baik pertumbuhan tubuh maupun pertumbuhan otak," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kelompoknya memberikan informasi tentang pola konsumsi makanan yang bergizi kepada para peserta dan anak-anaknya agar dapat terhidar dari stunting.

Pada kegiatan ini kami juga membagikan bubur kacang hijau kepada para peserta yang hadir," tambahnya.

Yanti selaku bidan gampong yang bertugas di posyandu menyatakan kegiatan penyuluhan ini dapat membantu dan menambah kesadaran masyarakat terhadap stanting. 

"Karena di gampong ini terdapat empat anak yang dinyatakan stunting, harapan kedepannya semoga tidak ada lagi stunting di Gampong Riseh Baroh, jadi nanti kelompok KKN bisa langsung melakukan penyuluhan kerumah-rumah yang terkena stunting itu," ungkapnya. 

Selain penyuluhan stunting, mahasiswa juga membuat taman gizi di perkarangan lokasi Posyandu di Gampong Riseh Baroh. Pembuatan tanaman gizi ini atas dasar agar masyarakat dapat memiliki pemenuhan gizi di gampong yang dapat diambil secara gratis.

Yola Audina salah satu anggota kelompok menjelaskan kembali bahwa taman gizi itu dibuat dengan memanfaatkan 43 buah kantong polibag yang berisikan kangkung dan bayam. "Penanaman kangjung dan bayam di polibag yang kami buat tidak menggunakan pupuk kimia sehingga hasilnya akan higienis," ucapnya.

Ia juga menambahkan, setalah proses penanaman dan pemeliharaan, mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai proses penanaman menggunakan polibag, pemeliharaan, manfaat dari taman gizi dan pemenuhan konsumsi sayuran yang gizi.

Kelompok ini dibimbing oleh Sufi MAp selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar