Jadi Keynote Speaker Seminar Internasional Pendidikan Islam, Ini yang Disampaikan Guru Besar Unimal

SHARE:  

Humas Unimal
Guru Besar Teknologi Informasi Universitas Malikussaleh, Prof Dahlan Abdullah saat menyampaikan materi secara daring dalam 1st Annual International Conference on Islamic Education (AICONIE) 2023. Foto: Ist

UNIMALNEWS | Lhokseumawe - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amal Gorontalo melaksanakan kegiatan 1st Annual International Conference on Islamic Education (AICONIE) 2023, pada Selasa, 14 November 2023. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan empat pembicara undangan (invited speaker), salah satunya adalah Guru Besar Teknik Informatika Universitas Malikussaleh, Prof Dr Dahlan Abdullah.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara daring itu, Dahlan menyampaikan materi tentang Integrasi Teknologi dalam Pendidikan Islam. Menurutnya, Pendidikan Islam di era digital hendaknya dikemas berbasiskan teknologi agar sesuai dengan kecenderungan pelajar yang memang menyukai penggunaan perangkat digital dalam kesehariannya. “Kemajuan teknologi informasi harus dapat menjadi jembatan bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi pendidikan untuk meraih kehidupan yang hasanah dunia dan akhirat,” jelasnya.

Dalam dunia pendidikan khususnya sekolah-sekolah Islam di Indonesia  saat ini penggunaan teknologi masih berada di angka 20 persen. Hal lainnya,  didapatkan data bahwa lima dari sepuluh guru hari ini sudah menggunakan laptop atau komputer dalam proses belajar mengajar.

Menurut Dahlan, bahwa di Indonesia saat ini jumlah pengguna internet sudah jauh meningkat dengan adanya perkembangan teknologi. Pada tahun 2012 pengguna internet baru 70,5 juta, namun pada Januari 2023, jumlah pengguna internet di Indonesia sudah sebanyak 213 juta.

Teknologi memang banyak memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-kita saat ini. Namun kemajuan teknologi juga memberikan dampak negative dalam dunia pendidikan yaitu pelajar menjadi malas belajar dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan mahasiswa dalam belajar seperti laptop dengan karingan internet, banyak diantara mereka malah menghabiskan waktu bermain games sehingga melupakan pelajaran.

Saat ini, aplikasi games adalah aplikasi yang paling banyak diunduh ataupun digunakan di Indonesia, yaitu sebesar 28 persen, diikuti aplikasi hiburan 17 persen, fintech 16 persen, dan utilitas sebesar 15 persen, sehingga diperlukan juga kontrol yang baik terhadap penggunaan perangkat teknologi pada pelajar.

Pada bagian penutup Prof Dahlan menyampaikan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan seorang guru yang baik, tetapi teknologi di tangan guru yang baik akan menjadi sebuah transformasi teknologi.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar