Nadia Putri Produksi Pestisida Nabati di Kampung Apar

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa Prodi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh memproduksi pestisida nabati dan membagikannya kepada warga Desa Kampung Apar, Pariaman, Sumatera Barat, Baru-baru ini. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Pariaman – Mahasiswi Universitas Malikussaleh Nadia Putri, yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Perseorangan di Desa Kampung Apar, Pariaman, Sumatera Barat, memproduksi pestisida nabati dan membagikan kepada masyarakat.

Menurut mahasiswa Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian tersebut, pestisida nabati lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia. “Semuanya menggunakan bahan alami,” ungkap Nadia, Kamis (21/5/2020).

Ia merincikan, bahan baku pestisida dibuat dari tanaman bebadotan, krokit, kunyit, bawang putih, jahe, cabai, dan ditambah sabun cuci sebagai perekat. Pestisida tersebut kemudian dibagikan kepada warga di Desa Kampung Apar, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Nadia menambahkan, pembagian pestisida nabati ini bertujuan agar petani dapat mengatasi hama atau serangga yang mengganggu tanaman sehingga tidak bisa berproduksi maksimal.

“Sebelum pembagian pestisida, saya terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat desa mengenai program tersebut,” kata Nadia yang mendapatkan bimbingan dari Ade Muana Husniati MSi, dosen Prodi Ilmu Komunikasi.

Program tersebut dipilih Nadia untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pertanian, mengingat wabah Covid-19 yang berdampak pada harga akan kebutuhan pertanian seperti pestisida.

Kegiatan ini disambut baik petani Kampung Apar. Maya, salah satu petani menyebutkan,  “Pestisida nabati ini mungkin akan saya terapkan untuk mengatasi hama atau serangga yang menyerang kebun cabe saya.”

Selain memproduksi pestisida nabati, Nadia juga membagikan brosur cara menggunakan pestisida untuk memberikan panduan kepada warga. “Pestisida ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap alam karena mudah terurai dan tidak mencemari alam,” tandas Nadia.   

Ade Muana Husniati mengharapkan, pestisida nabati bisa diproduksi masyarakat setempat secara mandiri di tengah mahalnya pestisida kimia. “Selain karena pertimbangan pestisida nabati lebih ramah lingkungan,” kata Ade. [ayi]

 


Berita Lainnya

Kirim Komentar