Fakultas Teknik Unimal Gelar Sosialisasi Akreditasi Internasional

SHARE:  

Humas Unimal
Prof Dr Haroomi dariToyohashi University of Technology-Jepang sedang memaparkan materi dalam kegiatan lokakarya sosialisasi akreditas internasional Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Senin (2/11/2020). Foto; Ist

UNIMALNEWS| Lhokseumawe - Akreditasi merupakan penilaian kualitas dan mutu pada sebuah lembaga. Akreditasi sangat penting artinya bagi keberlangsungan lembaga. Untuk perguruan tinggi, akreditasi salah satunya berperan menjamin kualitas dan mutu dari lulusan.

Pentingnya sebuah akreditasi menjadikan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (FT Unimal) menggelar lokakarya Sosialisasi Akreditasi Internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom pada Senin (2/11/2020).

Kegiatan yang dimoderatori oleh Ketua Prodi Pendidikan Fisika, Dr Rozanna Dewi itu menghadirkan Prof Dr Hiroomi Homma dari Toyohashi University of Technology-Jepang, sebagai narasumber.

Dekan FT Unimal, Dr Muhammad, dalam sambutannya menyebutkan bahwa, dalam penerapan Kurikulum Merdeka saat ini, program studi harus mampu memiliki akreditasi yang baik, tidak hanya akreditasi yang didapat dari BAN-PT, namun juga akreditasi dari lembaga terpercaya di luar negeri. “Memiliki akreditasi luar negeri akan memudahkan akses prodi untuk membangun kerja sama dengan dunia industri di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan mutu lulusan Fakultas Teknik,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Dr Haroomi dalam pemaparan materinya mengatakan bahwa kerangka akreditasi itu ada dua, yakni akreditasi institusi yang diwajibkan oleh hukum atau aturan, biasanya ini merupakan badan akreditasi pemerintah. Kedua, Akreditasi Program yang sifatnya adalah pilihan. Banyak lembaga akreditasi luar negeri yang sudah dipercaya seperti, JABEE, ABET, IABEE International Alliance, dan Washington Accord.

“Program studi di perguruan tinggi saat ini harus mampu mengejar kesetaraan internasional. Hal ini akan menjadikan lembaga itu akan semakin baik, lulusan yang dihasilkan akan memiliki daya saing global, dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban sebuah institusi pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Hiroomi juga menyampaikan bahwa saat ini pendidikan di bidang teknik harus diarahkan kepada pembelajaran berbasis masalah dan studi kasus, agar para mahasiswa mampu memecahkan masalah ketika bekerja di dunia industri.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar