Berisiko Tinggi, Perdagangan Cryptocurrency Bisa Bermodal Kreativitas

SHARE:  

Humas Unimal
AYI Jufridar, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh ketika menjadi narasumber di RRI Lhokseumawe, Rabu (14/7/2019)

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Mata uang kripto atau cryptocurrency sebagai subjek komoditi yang bisa diperdagangkan, memiliki risiko investasi yang tinggi sehingga harus lebih berhati-hati dalam menanamkan modal. Investor baru disarankan menggantikan investasi dalam bentuk kreativitas untuk mengurangi potensi kehilangan aset.

Dengan kreativitas, investor tidak perlu mengeluarkan uang dalam perdagangan cryptocurrency. Modal  kreativitas dan pengetahuan tentang blockchain serta teknologi informatika bisa digunakan untuk mendapatkan modal awal dalam perdagangan mata uang kripto.

“Sekarang banyak platform yang bisa digunakan untuk mendapatkan cryptocurrency sekarang gratis. Modalnya hanya kreativitas dan sedikit pengetahuan tentang sistem dalam platform,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Ayi Jufridar, ketika menjadi narasumber di RRI Pro 2 Lhokseumawe, Rabu (14/8/2019) malam.

Dalam talkshow rutin tersebut,  Ayi membahas pengalamannya selama dua tahun terakhir dalam perdagangan cryptocurrency. Menurutnya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk berinvestasi di cryptocurrency. “Pertama dengan modal uang, dengan risiko kehilangan seluruh aset. Dan kedua dengan kreativitas tanpa uang sepeser pun. Cara kedua menuntut investor harus lebih berkeringat. Profit pun tidak bisa diperoleh dalam waktu cepat,” jelas Ayi Jufridar dalam acara yang dipandu Aldo Numero.

Salah satu platform yang bisa digunakan adalah Steemit.com yang pernah booming pada 2017 dan 2018 lalu karena nilai dua cryptocurrency yang mereka miliki lebih tinggi. Sekarang pun, dengan kreativitas para pemain di platform tersebut mendapatkan tokens gratis hanya dengan membuat postingan dengan tema tertentu.

“Banyak platform lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan cryptocurrency sambil mengembangkan bakat dan hobi dalam menulis, fotografi, kuliner, travel, musik, film, dan sebagainya. Kita bisa memilih sesuai passion masing-masing. Hasil kerja kreatif yang diperoleh dalam bentuk mata uang kripto, kemudian bisa diperdagangkan untuk mendapatkan profit,” jelasnya.

Ia menyarankan generasi muda atau investor pemula yang belum memahami cryptocurrency sebaiknya tidak berinvestasi di sana dengan modal uang, apalagi tertarik mendapatkan keuntungan tinggi dalam waktu cepat dari penambangan mata uang kripto yang dilakukan pihak lain.

“Banyak kawan saya yang rugi karena ingin mendapatkan profit dalam waktu cepat. Sebaiknya bergabung dulu di beberapa komunitas agar bisa belajar memahami risiko dan peluangnya.  Setiap investasi pasti ada risikonya. Tapi risiko perdagangan cryptocurrency lebih tinggi dan sulit diprediksi, demikian juga dengan keuntungannya,” tandas Ayi.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar