Mahasiswa KKN 110 Buat Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN 110 Membuat Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

UNIMALNEWS | Lhoksukon- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN ) Kelompok 110 Universitas Malikussaleh membuat pestisida nabati dari daun pepaya di Gampong Teupin Beulangan, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (29/11/2022)

Program kerja yang dilakukan sesuai dengan tema KKN yang ditetapkan oleh Universitas, yaitu Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. Tema diatas dijalankan dalam bentuk program kerja multidisiplin dan juga monodisiplin. Pelaksanaan program kerja tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Hanidar selaku pencetus ide berlatar belakang mahasiswa Prodi Agribisnis mengatakan, salah satu program monodisiplin yang dijalankan adalah pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Pembuatan pestisida nabati dilakukan kepada petani di Gampong Teupin Beulangan mengingat masyarakat di gampong ini, rata-rata berprofesi sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Masalah yang tengah dihadapi petani dalam kegiatan produksi tanaman adalah serangan hama dan penyakit tanaman, pengendalian hama tersebut petani biasanya menggunakan pestisida berbahan kimia. Namun, penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Alternatif lain dari pestisida kimia sebagai usaha pengendalian hama dan penyakit tanaman yakni menggunakan pestisida alami (nabati),” katanya.

Hanidar menyebutkan, kelebihan penggunaan pestisida nabati adalah lebih ramah lingkungan karena mudah terurai di alam, bahan bakunya tersedia di alam sehingga harganya murah, selain itu penggunaan pestisida nabati dapat membuat hama kehilangan nafsu makan dan akhirnya pergi meninggalkan tanaman. Tetapi dalam hal ini terdapat beberapa kendala antara lain, pestisida nabati tidak bereaksi cepat atau relatif lambat membunuh hama.

Oleh karena itu perlu adanya kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan sumber daya hayati seperti daun pepaya untuk dijadikan pestisida nabati. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani karena berkaitan langsung dengan permasalahan di lapangan.

Identifikasi yang dilakukan pihaknya dimulai dari hari kedua saat survei lokasi gampong Teupin beulangan, terlihat banyak sekali tanaman pepaya yang tumbuh, kemudian mengingat masyarakat berprofesi sebagai petani inilah yang memunculkan ide untuk memberdayakan tanaman yang ada dan berpotensi membantu masyarakat untuk membasmi hama yakni menggunakan daun pepaya tua sebagai bahan utama pembuatan pestisida alami (nabati).

"Saya berharap apa yang dilakukan ini bisa membantu masyarakat secara sederhana namun senantiasa berlanjut dan diimplementasikan oleh masyarakat baik petani maupun ibu-ibu yang menanam di pekarangan rumah, karena selain menghemat biaya pengeluaran untuk pestisida kimia, pestisida nabati ini lebih ramah lingkungan dan lebih sehat dibanding penggunaan bahan kimia," pungkas Hanidar.

Kelompok 110 dibimbing oleh Dr Darmawati dan diketuai oleh Muhammad Daniel dengan anggota kelompok  Shefira Aini Kacaribu (Akuntansi), Annida Safitri (Manajemen), Ulfa safriana (Teknik Arsitektur), Serlina Dwi Putri (Ekonomi pembangunan), Muhammad Darkasyi Aqsal (Teknik informatika), Lisa Alvionita (Agribisnis), Indri Riski Hasanah (teknik kimia), Maisarah (Administrasi Publik), Masyitah (ilmu komunikasi), Hanidar (Agribisnis), Adilla (Sosiologi), Muhammad Yoga Pratama (Psikologi), khoirul rijal (arsitektur), M. Ihsan dwi putra (Teknik Sipil). [tmi]


Berita Lainnya

Kirim Komentar