Dosen FEB Jadi Pembicara Konferensi Internasional di Georgia

SHARE:  

Humas Unimal
Dr. Mohd. Heikal menerima plakat 3rd Best Paper Award dari Prof Shukri Marashdh pada malam gala dinner The 14th Global Islamic Marketing Conference, 27 – 29 September 2023 di Tbilisi, Georgia. Foto : Ist

 

UNIMALNEWS | Tbilisi – Dosen senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Malikussaleh, Dr Mohd Heikal, menjadi salah seorang pembicara pada  konferensi internasional yang diselenggarakan International Islamic Marketing Association pada The 14th Global Islamic Marketing Conference (GIMAC) di Tbilisi, Georgia, 27-29 September 2023.

Kegiatan ini diikuti oleh akademisi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika yang dibuka langsung oleh Rektor University Geomedi, Prof Marina Pirtskhalava. Turut hadir juga Rektor Jadara University Jordania, Prof Shukri Marashdh.

Dalam konferensi internasional ini keynote speaker adalah Prof John Fraedrich dengan judul “Neurotransmitter and the Ramifications for Islamic Researchers”. Ia adalah guru besar bidang etika bisnis pada Southern Illinois University (SIU), Amerika Serikat.

Heikal sendiri pada konferensi ini membawa makalah berjudul “Digitalization of Halal Food Supply Chain Management Based on Blockchain Technology”. Paper tersebut merupakan hasil riset kolaborasi dengan koleganya, Dr Abdul Rahman, Dr Muizzuddin, dan Falahuddin MSM. Penelitian ini merupakan tawaran konsep terkait proses penelusuran (tracking) kehalalan suatu produk mulai dari hulu sampai hilir.

Selama ini menurut Heikal, ada kesulitan bagi konsumen untuk menelurusi kehalalan dari produk yang akan dikonsumsi, karena adanya jaringan yang rumit dan belum terbuka  dari satu produk mulai dari produsen, distributor, pengecer hingga sampai kepada konsumen. Penelitian ini menghasilkan bahwa digitalisasi rantai pasok makanan halal menggunakan teknologi blockchain memungkinkan pengguna untuk mencatat setiap transaksi dan informasi terkait pada blok terdesentralisasi yang diamankan oleh kriptografi. “Digitalisasi ini akan memberikan kemudahan untuk sertifikasi halal tanpa dibatasi jarak dan waktu,” jelas Dr Heikal dalam presentasinya.

Menurutnya digitalisasi berbasis teknologi blockchain dalam industri makanan halal di Indonesia menggunakan prinsip audit Halal Traceability, Halal Assets Specificity, Halal Quality Assurance, Halal Trust, and Halal Commitments dengan melibatkan  lintas stakeholder. Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah membuat terobosan digitalisasi sertifikasi halal baik secara regular yang membutuhkan waktu maupun dengan deklarasi mandiri (self-declare) tapi belum pada tahapan bisa dilakukan proses pelacakan sebagaimana dalam penelitian tersebut.

Potensi yang besar dari pasar makanan halal ini ternyata tidak dibarengi dengan ketersediaan informasi yang merupakan hak dari konsumen, maka pengelolaan rantai pasok makanan halal tidak hanya harus dilakukan secara digitalisasi tapi juga melibatkan para pihak mulai dari penyedia bahan baku, bahan impor, produsen dalam negeri, produsen luar negeri, vendor, gudang penyimpanan, perusahaan transportasi, distributor, agen hingga ke pedagang dan akhirnya sampai pada konsumen.

Dalam konferensi yang dilaksanakan pertama kali di Dubai pada tahun 2011 ini juga melakukan pemilihan makalah terbaik, yang kali ini diumumkan oleh Conference Chair, Prof Baker Ahmad Alserhan. Dalam kesempatan itu makalah Dr Mohd Heikal dan kolega diumumkan sebagai makalah ketiga terbaik.

Kepada Unimalnews Heikal mengatakan penghargaan ini merupakan bagian dari rekognisi yang patut disyukuri serta semangat untuk melanjutkan penelitian ini pada tahap berikutnya sehingga bisa diaplikasikan dan direplikasi nantinya oleh negara-negara lain.

Dimintai tanggapannya, Ketua Jurusan Manajemen FEB, Dr Darmawati mengatakan presentasi Heikal telah memberikan kontribusi penting bagi Unimal dalam pengembangan Indeks Kinerja Utama (IKU), terutama pada bagian keterlibatan dosen dalam kegiatan seminar di luar kampus hingga luar negeri dan juga peran kolaboratif dengan akademisi di perguruan tunggi lainnya. “Kita juga harapkan ada internasionalisasi prodi segera terutama Prodi Manajemen agar semakin berkiprah,” harapnya


Berita Lainnya

Kirim Komentar