UMPAL Unimal Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

SHARE:  

Humas Unimal
UMPAL Unimal Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (UKM-PA) UMPAL Universitas Malikussaleh turun ke jalan untuk menggalang dana kemanusiaan.

Aksi penggalangan dana tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026), dengan menyasar sejumlah titik keramaian di Kota Lhokseumawe. Para anggota UMPAL turun langsung ke lapangan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu warga yang terdampak bencana.

Aksi solidaritas itu dilakukan di tengah kondisi bencana gempa yang menimbulkan dampak besar bagi masyarakat NTT. Berdasarkan data Metro TV, Jumat (4/9/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 129 orang. Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 1.723 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 111.321 orang masih berada di pengungsian. Kondisi tersebut menggugah kepedulian berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang tergabung dalam UMPAL Unimal.

Ketua Umum UKM-PA UMPAL, Putra Agung Maulana, mengatakan aksi penggalangan dana merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa pencinta alam, terhadap bencana yang terjadi di NTT. Kami mungkin tidak dapat membantu secara langsung di lokasi bencana, tetapi melalui aksi penggalangan dana ini, inilah bentuk kontribusi yang dapat kami lakukan,” kata Putra.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki peran dalam kegiatan akademik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. 

"Karena itu, kami mengajak masyarakat Lhokseumawe untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para korban sesuai dengan kemampuan masing-masing,' ungkapnya.

Dana yang terkumpul selama aksi penggalangan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa NTT melalui Pusat Koordinasi Nasional (PKN). Penyaluran tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan yang dihimpun dari masyarakat tersampaikan kepada pihak yang membutuhkan.

"Kami berharap aksi ini tidak hanya menghasilkan bantuan secara materi, tetapi juga menjadi simbol solidaritas masyarakat Lhokseumawe terhadap korban bencana di NTT. Kepedulian yang diwujudkan melalui aksi sederhana di jalan-jalan Kota Lhokseumawe diharapkan dapat ikut meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana," tutupnya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar